Lumajang, Raimas86.net-
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu vulkanik ke udara. Aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu terus dipantau oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Berdasarkan laporan PVMBG, erupsi Gunung Semeru menghasilkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang teramati membumbung di atas puncak. Aktivitas vulkanik tersebut masih berada dalam pengawasan ketat petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.
Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Erupsi yang terjadi merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Status Gunung Semeru Masih Waspada
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level II (Waspada). PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga jarak sekitar 13 kilometer dari puncak.
Warga juga diingatkan untuk tidak berada dalam radius 3 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terdampak lontaran material pijar.
Waspadai Abu Vulkanik dan Lahar Hujan
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan abu vulkanik yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, terutama di wilayah yang berada di sekitar lereng gunung sesuai arah angin.
Selain itu, saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar.
Petugas terus melakukan pemantauan visual maupun instrumental selama 24 jam untuk mendeteksi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, dan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Dengan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi resmi, risiko akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru diharapkan dapat diminimalkan.



