Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).
Insiden tersebut membuat ratusan santri harus dievakuasi ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, diare, hingga lemas beberapa jam setelah menyantap menu MBG.
Kronologi Kejadian
Makanan MBG dikirim sekitar pukul 10.00 WIB oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, kemudian dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB. Sebagian santri mengonsumsi makanan pada siang hari, sementara sebagian lainnya menyantapnya pada sore hari setelah kegiatan belajar.
Menjelang waktu Magrib, para santri mulai mengeluhkan mual dan muntah. Tak lama kemudian, puluhan ambulans berdatangan ke lingkungan pondok untuk mengevakuasi korban ke berbagai fasilitas kesehatan di Sidoarjo.
Jumlah Korban Terus Bertambah
Data sementara menunjukkan jumlah korban sempat mencapai 273 santri yang dirawat pada malam kejadian. Hingga Rabu (2/9/2026), total korban yang dievakuasi dilaporkan meningkat menjadi lebih dari 400 orang, dengan sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Beberapa korban menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Aisyiyah, RS Siti Fatimah Tulangan, hingga RS Pusdik Bhayangkara.
Menu MBG yang Dikonsumsi
Berdasarkan keterangan pendamping SPPG, menu yang disajikan kepada para santri terdiri dari:
Nasi putih
Telur orak-arik
Tumis buncis dan baby corn
Tempe bumbu Bali
Buah apel
Sejumlah santri mengaku sayur yang mereka santap terasa asam atau kecut, sehingga diduga menjadi salah satu petunjuk awal yang kini masih didalami melalui pemeriksaan laboratorium.
BGN Hentikan Operasional SPPG Kalitengah
Menyusul kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin hingga hasil evaluasi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan. Jika ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan, operasional SPPG berpotensi dihentikan secara permanen.
Tidak Ada Korban Meninggal
Bupati Sidoarjo memastikan hingga saat ini tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Seluruh korban mendapat penanganan medis, sementara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menanggung biaya perawatan dan melakukan pemeriksaan terhadap dapur penyedia MBG bersama dinas terkait
Pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.



