Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

 


Memuat berita terbaru...

Banjir Bandang Nepal Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang, Hampir 4.000 Masih Hilang

Redaksi
Rabu, 02 September 2026
Last Updated 2026-09-02T07:02:26Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??


Kathmandu, Raimas86.net-

Bencana banjir bandang dan longsor dahsyat melanda sejumlah wilayah Nepal setelah runtuhan gletser di kawasan Himalaya memicu aliran air besar pada 26 Agustus 2026. Hingga Selasa (1/9/2026), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan telah mencapai sekitar 1.050 orang, sementara hampir 4.000 orang masih dinyatakan hilang.

Bencana tersebut menerjang kawasan sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi hingga Trishuli. Air bah bercampur lumpur, batu dan material longsoran menghantam permukiman, jalan, jembatan serta sejumlah fasilitas penting.

Berdasarkan laporan otoritas penanggulangan bencana Nepal, distrik Chitwan, Nawalparasi Timur, Nawalparasi Barat, Nuwakot, Gorkha, Dhading, Tanahun dan Rasuwa termasuk wilayah yang terdampak parah. Ratusan jenazah ditemukan di berbagai lokasi, bahkan sebagian korban terbawa arus hingga jauh dari lokasi awal bencana.

Ribuan Orang Masih Dalam Pencarian

Tim penyelamat hingga kini masih melakukan pencarian terhadap ribuan warga yang belum ditemukan. Kondisi medan yang dipenuhi lumpur dan material longsoran membuat proses evakuasi menjadi sulit.

Selain warga Nepal, sejumlah warga negara asing juga dilaporkan masuk dalam daftar orang hilang. Tim penyelamat terus menyisir wilayah terdampak, termasuk kawasan pembangkit listrik tenaga air yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.

Pemerintah Nepal telah mengerahkan ribuan personel keamanan dan tim penyelamat untuk mengevakuasi korban serta menyalurkan bantuan ke wilayah yang terisolasi. Lebih dari 10 ribu orang telah berhasil dievakuasi atau diselamatkan dari kawasan terdampak.

Infrastruktur Hancur, Jutaan Warga Terdampak

Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur. Rumah warga, jalan, jembatan dan sejumlah fasilitas pembangkit listrik mengalami kerusakan.

Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) memperkirakan sekitar 2,2 juta ton material debris tersebar di wilayah yang terdampak bencana. Kondisi tersebut memperbesar tantangan bagi petugas yang masih melakukan pencarian korban.

Pemerintah Nepal menyebut sekitar 1,6 juta orang terdampak akibat bencana banjir dan longsor tersebut. Distrik Rasuwa dan Nuwakot menjadi dua wilayah yang termasuk paling parah terkena dampak.

Proses Identifikasi Jenazah Berlangsung

Banyak jenazah yang ditemukan belum berhasil diidentifikasi. Aparat Nepal melakukan pendataan dan pengambilan sampel DNA untuk membantu proses identifikasi serta mempertemukan korban dengan keluarga.

Pencarian korban dan proses evakuasi masih berlangsung. Pemerintah bersama berbagai lembaga kemanusiaan juga terus menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan darurat dan peralatan pendukung operasi penyelamatan.

Bencana banjir bandang Nepal ini menjadi salah satu bencana paling mematikan di kawasan Himalaya dalam beberapa tahun terakhir. Operasi pencarian korban diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan mengingat luasnya wilayah terdampak dan beratnya kondisi medan.

Komentar

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan