Nias, Raimas86.net-
Sebuah truk yang dilaporkan telah jatuh ke aliran Sungai Gido Sebua, Desa Hiliweto Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, dan hingga kini belum dievakuasi, diduga berdampak terhadap perubahan aliran sungai.
Perubahan aliran tersebut dilaporkan mengarah ke dinding tebing di sekitar permukiman warga dan sebuah bangunan tempat ibadah. Kondisi tersebut menyebabkan tebing mengalami longsor dan mengancam bangunan yang berada di sekitar lokasi.
Informasi tersebut disampaikan warga setempat, Ama Herta Waruwu, yang menyebut keberadaan truk di aliran sungai telah berlangsung selama beberapa tahun.
Menurutnya, kondisi tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada salah seorang anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara saat melaksanakan kegiatan reses di Desa Hiliweto Gido beberapa bulan lalu.
Saat itu, anggota DPRD tersebut disebut telah berjanji untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak terkait, termasuk instansi pekerjaan umum di tingkat Provinsi Sumatera Utara. Namun, hingga saat ini warga mengaku belum melihat adanya tindak lanjut di lapangan.
Tebing Longsor Ancam Bangunan Warga
Dampak longsornya tebing sungai kini mulai mengkhawatirkan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Aliran sungai yang berubah disebut mengikis bagian tebing sehingga jaraknya semakin dekat dengan sejumlah bangunan.
Salah satu bangunan yang berada di sekitar lokasi merupakan tempat ibadah. Warga khawatir apabila longsor terus terjadi, bangunan tersebut maupun rumah penduduk di sekitarnya dapat mengalami kerusakan hingga roboh.
Selain mengancam bangunan, kondisi tebing sungai yang semakin tergerus juga berdampak terhadap infrastruktur telekomunikasi. Satu unit tower jaringan telekomunikasi dilaporkan terpaksa dibongkar untuk menghindari risiko yang lebih besar akibat kondisi tanah di sekitar lokasi.
Pemerintah Diminta Segera Turun Tangan
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan peninjauan langsung serta mencari solusi terhadap kondisi Sungai Gido Sebua.
Penanganan terhadap truk yang masih berada di aliran sungai dinilai perlu mendapat perhatian, terutama apabila keberadaannya memang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perubahan arah aliran sungai dan mempercepat pengikisan tebing.
Warga juga berharap pemerintah dapat melakukan langkah penanganan terhadap tebing yang longsor guna mencegah kerusakan semakin meluas dan mengantisipasi kemungkinan jatuhnya korban.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mencari solusi terbaik terhadap persoalan tersebut, sehingga keselamatan warga, rumah penduduk, tempat ibadah, serta infrastruktur di sekitar Sungai Gido Sebua dapat terjaga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana evakuasi truk maupun langkah penanganan terhadap longsornya tebing Sungai Gido Sebua.
(Saut P.)



