Buru, Raimas86.net-
Kenapa gaji PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Buru belum juga dibayarkan, sementara kepastian yang dijanjikan tak kunjung datang, Senin, (19/10/2026). Mereka ini manusia, punya keluarga, punya kebutuhan hidup, punya anak yang harus sekolah, dan punya dapur yang harus tetap mengepul.
Mereka datang apel, menjalankan tugas, mengikuti aturan, dan bekerja sesuai tanggung jawabnya. Namun, bagaimana mereka bisa bekerja dengan tenang jika hak yang mereka harapkan saja belum memiliki kepastian.
Pemerintah daerah, tolong jangan hanya menuntut kedisiplinan pegawai, sementara kepastian hak mereka justru dibiarkan menggantung. Jika memang ada kendala anggaran atau persoalan administrasi, sampaikan secara terbuka.
Jika ada proses yang belum selesai, jelaskan sampai di mana tahapannya dan kapan target penyelesaiannya. Jangan biarkan mereka terus bertanya-tanya tanpa jawaban. Mereka tidak sedang meminta pemerintah menjanjikan sesuatu yang tidak mampu dipenuhi.
Mereka hanya meminta kejelasan, keterbukaan, dan tanggungjawab atas janji yang sudah disampaikan. Mereka hanya kepada Sekretaris Sekretaris Daerah (Sekda) dan Pemerintah Daerah, keluarlah dan berbicaralah kepada mereka.
Jangan diam ketika keresahan semakin besar. Sebab, kepemimpinan bukan hanya tentang memberikan instruksi, tetapi juga keberanian menjelaskan keadaan dan mempertanggungjawabkan setiap pernyataan. Jangan sampai mereka dituntut taat pada kewajiban, tetapi dibiarkan tidak pasti atas haknya sendiri.
PPPK Paruh Waktu bukan sekadar angka dalam daftar kepegawaian, mereka adalah manusia yang ikut menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Buru. Kalau memang belum bisa dibayar, jelaskan mengapa. Kalau bisa dibayar, kapan direalisasikan ? Jangan biarkan mereka terus menunggu dalam ketidakpastian.
(Kamel Definubun)




