Manado, Raimas86.net-
Pelayanan karyawan Alfamart menjadi sorotan setelah muncul keluhan pelanggan terkait dugaan kelalaian dalam transaksi dan cara berkomunikasi yang dinilai kurang profesional. Kejadian ini terjadi pada hari Selasa (27/10/26) sekitar jam 10.18 WITA di Alfamart Trans Tateli Baru yang berada di jalan Trans Sulawesi Mandolang.
Berdasarkan keterangan pelanggan, persoalan bermula dari kesalahan yang diduga dilakukan karyawan. Namun, alih-alih mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf, karyawan tersebut disebut justru memberikan jawaban, “Hanya 200 Rupiah, Pak.”
Pernyataan tersebut dinilai kurang tepat karena pelanggan menegaskan bahwa persoalan yang dipermasalahkan bukanlah nominal uang Rp200, melainkan prinsip kejujuran, tanggung jawab, dan etika pelayanan.
“Bukan soal besar atau kecilnya uang. Kalau memang ada kesalahan, seharusnya diakui dan minimal meminta maaf kepada pelanggan”. Kejadian ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pembinaan dan pelatihan komunikasi karyawan Alfamart dalam menghadapi keluhan konsumen.
Sebagai salah satu jaringan ritel modern terbesar di Indonesia, Alfamart diharapkan mampu memastikan setiap karyawannya memahami pentingnya kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan.
Sebab, kepercayaan pelanggan tidak diukur dari nominal Rp200, tetapi dari bagaimana sebuah perusahaan dan karyawannya menghargai konsumen. Hingga berita ini ditulis, keterangan dan klarifikasi resmi dari pihak Alfamart terkait keluhan tersebut belum diperoleh.
(Ricky Parawangsa)




