Palembang, Raimas86.net-
Memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong penerapan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di beberapa daerah sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan bagi peserta didik.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Yayasan Bina Autis Mandiri menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para siswa. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan dan keselamatan siswa di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap.
Melalui sistem PJJ, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan dari rumah dengan menyesuaikan metode pembelajaran terhadap kebutuhan masing-masing siswa. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan proses pendidikan tanpa mengabaikan aspek kesehatan peserta didik.
Namun, terdapat pengecualian bagi siswa yang menjalani terapi. Siswa yang memiliki jadwal terapi tetap diperbolehkan masuk dan mengikuti kegiatan terapi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan agar program terapi yang dibutuhkan siswa tetap berjalan secara berkesinambungan.
Pihak Yayasan Bina Autis Mandiri diharapkan terus memantau perkembangan kondisi kualitas udara serta menyesuaikan pelaksanaan kegiatan belajar dan terapi berdasarkan situasi di lapangan.
Penerapan kebijakan ini menjadi salah satu langkah untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan pendidikan, kebutuhan terapi, serta perlindungan kesehatan siswa, khususnya anak-anak yang membutuhkan layanan pendidikan dan pendampingan khusus.
Dengan adanya kebijakan PJJ ini, diharapkan seluruh siswa tetap mendapatkan hak belajar secara optimal, sementara siswa yang menjalani terapi tetap memperoleh layanan sesuai kebutuhan dan jadwal yang telah ditetapkan.
(Selamat Hidayat)




