Jakarta, Raimas86.net-
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto menjadi perhatian setelah mengungkapkan telah meminta pembatalan sejumlah rotasi pejabat yang dilakukan pada masa Purbaya Yudhi Sadewa menjabat Menteri Keuangan.
Permintaan tersebut disampaikan kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara, yang kini memimpin Kementerian Keuangan. Bimo menyebut terdapat persoalan dalam proses rotasi tersebut, terutama terkait prosedur penilaian dan pengelolaan talenta pegawai.
Ada Nama yang Disebut Tidak Melalui Assessment
Bimo mengatakan terdapat sejumlah nama dalam perombakan pejabat yang menurutnya tidak melalui proses assessment dan talent management sebagaimana mekanisme yang seharusnya digunakan dalam pengelolaan sumber daya manusia di Kementerian Keuangan.
Ia kemudian menyampaikan permintaan agar rotasi tersebut ditinjau dan dibatalkan. Permintaan itu kini berada dalam pembahasan bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Berkaitan dengan Perombakan Besar di Kemenkeu
Perombakan pejabat tersebut sebelumnya dilakukan ketika Purbaya Yudhi Sadewa masih menjabat Menteri Keuangan. Selain Bimo, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama juga disebut meminta pembatalan perombakan pejabat yang dilakukan pada periode tersebut.
Suahasil Nazara menyatakan akan melihat terlebih dahulu dasar hukum dan Keputusan Menteri Keuangan yang menjadi landasan rotasi sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Bimo Soroti Pengelolaan Fiskal
Di tengah persoalan rotasi pejabat, Bimo juga menekankan pentingnya menjaga postur fiskal yang kredibel dan terukur. Menurutnya, kondisi fiskal perlu tetap dijaga agar penerimaan negara dan keberlanjutan APBN 2026 dapat berjalan hingga akhir tahun.
Bimo saat ini menjalankan tugas sebagai Direktur Jenderal Pajak, dengan salah satu fokus utama memastikan penerimaan pajak tetap mendukung kebutuhan pembiayaan negara.
Perkembangan mengenai pembatalan atau peninjauan kembali rotasi pejabat tersebut masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Menteri Keuangan.



