Tegal, Raimas86.net
Industri kerajinan Sarung Goyor Pohon Korma di Desa Pacul, Kabupaten Tegal, menunjukkan kiprah membanggakan di tengah geliat pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Produk kerajinan berbasis Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) tersebut kini telah berhasil menembus pasar ekspor hingga 12 negara.
Perkembangan tersebut mendapat perhatian dari Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat meninjau langsung aktivitas industri Sarung Goyor di Desa Pacul.
Dalam kunjungannya, Ischak mengapresiasi keberhasilan industri tersebut yang tidak hanya mampu memperluas pasar hingga mancanegara, tetapi juga menghadirkan pola kerja yang fleksibel dan memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memperoleh penghasilan.
Menurutnya, sistem kerja berbasis hasil produksi menjadi salah satu kekuatan yang membuat industri Sarung Goyor mampu tumbuh sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
“Produk ini telah diekspor ke 12 negara dan memberi kesempatan kerja bagi masyarakat dengan sistem yang fleksibel. Sistem pembayaran berdasarkan hasil produksi memungkinkan ibu rumah tangga tetap memperoleh penghasilan tanpa meninggalkan kewajibannya,” ujar Ischak.
Ia menilai, model industri seperti Sarung Goyor Pohon Korma dapat menjadi contoh bagaimana sektor ekonomi kreatif mampu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.
Bukan sekadar menghasilkan produk bernilai ekonomi, keberadaan industri tersebut juga membuka peluang peningkatan keterampilan masyarakat melalui proses produksi berbasis ATBM.
Sementara itu, pemilik PT Asaputex Jaya, Jamaludin Alkatiri, mengungkapkan bahwa usahanya baru genap satu tahun berdiri di Desa Pacul. Meski tergolong masih relatif muda, perkembangan usaha tersebut dinilai cukup pesat.
Jamaludin mengaku bersyukur karena industri yang dibangunnya dapat berkembang sekaligus menjadi sentra pelatihan ATBM bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, baru satu tahun berdiri di Desa Pacul, usaha ini bisa berkembang dan menjadi sentra pelatihan ATBM,” ungkap Jamaludin.
Keberhasilan Sarung Goyor Pohon Korma menembus pasar internasional menjadi gambaran bahwa produk kerajinan lokal memiliki daya saing ketika dikelola secara konsisten, inovatif, dan berorientasi pada kualitas.
Lebih dari sekadar komoditas ekspor, industri tersebut juga memperlihatkan bahwa tradisi menenun dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat sekaligus bagian dari kekuatan ekonomi lokal Kabupaten Tegal.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, serta keterlibatan masyarakat, industri berbasis kerajinan lokal diharapkan terus berkembang dan mampu membawa nama Kabupaten Tegal semakin dikenal di pasar global.



