Foto - Kepala SMAN Matauli Pandan, Deden Rahmawan (tengah), Ketua Yayasan Matauli, Triana Krisandini Tanjung (kanan), didampingi pengurus yayasan (kiri) saat wawancara bersama awak media.
TAPTENG, Raimas86.net
SMA Negeri Matauli Pandan terus memperkuat posisinya sebagai sekolah unggulan dengan memperluas penerapan kurikulum International Baccalaureate (IB) sekaligus menjangkau lebih banyak siswa berprestasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), provinsi Sumatera Utara. Komitmen tersebut disampaikan dalam pelantikan 432 peserta didik baru angkatan ke-33 di kampus SMA Negeri Matauli Pandan.
Ketua Yayasan Matauli, Triana Krisandini Tanjung, mengatakan SMA Negeri Matauli Pandan kini menjadi SMA negeri pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikasi IB. Tahun ajaran ini merupakan angkatan kedua yang mengikuti program pendidikan berstandar internasional tersebut.
Menurut Triana, program IB bersifat pilihan dan tidak diwajibkan bagi seluruh siswa. Sekolah tetap memberikan ruang bagi peserta didik untuk memilih jalur pendidikan sesuai minat, baik menuju perguruan tinggi negeri, sekolah kedinasan, maupun perguruan tinggi internasional.
"Kami ingin setiap anak berkembang sesuai potensi dan cita-citanya. Semua jalur memiliki kesempatan yang sama untuk sukses," ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri Matauli Pandan, Deden Rahmawan, mengungkapkan capaian lulusan sekolah terus meningkat. Tahun ini, 16 siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur akademik dan 14 siswa lolos ke Universitas Pertahanan, menjadi salah satu capaian terbaik sekolah.
"Untuk memperluas kesempatan belajar, Yayasan Matauli saat ini memberikan beasiswa penuh kepada 39 siswa, mencakup biaya pendidikan, asrama, hingga program IB," kata Deden.
Mulai Agustus 2026, SMA Negeri Matauli Pandan juga akan menjalankan program talent scouting dan pembinaan akademik di tujuh rayon Tapteng, dari Manduamas hingga wilayah selatan. Program ini bertujuan menjaring siswa berprestasi dari daerah terpencil yang selama ini belum banyak mengikuti seleksi masuk Matauli.
Selain itu, yayasan juga memperluas kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan sekolah kedinasan, seperti Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Politeknik Statistika STIS, guna membuka peluang karier lulusan di berbagai bidang.
Melalui penguatan kurikulum internasional, perluasan beasiswa, dan pemerataan akses pendidikan, SMA Negeri Matauli Pandan berharap mampu mencetak generasi muda Sumatera Utara yang unggul dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (rif)




