Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

 


Gempa Flores Rusak Rumah Warga, 70 KK di Reok Barat Bertahan di Pengungsian Ditengah Keterbatasan

Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-18T07:38:53Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??



Reok Barat (NTT), Raimas86.net

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 06.00 WITA, membawa dampak serius bagi warga kampung Lewar, Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur.

Berita Lokal

Guncangan kuat menyebabkan sejumlah bangunan rumah warga di kampung Lewar mengalami kerusakan, bahkan sebagian dilaporkan rusak total. Kondisi tersebut membuat warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.

Sekitar 70 kepala keluarga (KK) yang bermukim di kampung Lewar kini menghadapi situasi sulit. Saat gempa terjadi, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri karena khawatir terjadi gempa susulan maupun ancaman tsunami.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, warga mendirikan tenda-tenda darurat di kawasan yang lebih tinggi atau di atas gunung. Anak-anak dan para ibu disebut masih diliputi ketakutan akibat guncangan gempa yang terjadi.

Selain kampung Lewar, kondisi serupa juga dirasakan warga di Kampung Wua dan Lareng. Ketiga kampung tersebut berada cukup dekat dengan wilayah pesisir, dengan jarak sekitar 300 meter dari pantai.


















Akses sulit, bantuan belum menjangkau warga , persoalan lain yang dihadapi masyarakat adalah akses menuju wilayah mereka yang cukup sulit. Kampung Lewar, Wua dan Lareng berada sekitar 7 kilometer dari desa induk Lemarang kecamatan Reok Barat kabupaten Manggarai.

Pantai & Kepulauan

Untuk mencapai lokasi melalui jalur darat, warga harus berjalan kaki selama kurang lebih satu setengah jam melalui jalur lintas luar. Sementara itu, perjalanan menggunakan transportasi laut hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Kondisi geografis dan akses yang terbatas membuat proses penyaluran bantuan menjadi tantangan tersendiri. Hingga saat ini, warga mengaku bantuan untuk masyarakat di kampung Lewar, Wua dan Lareng belum tersentuh secara maksimal.

Padahal, kebutuhan warga semakin mendesak. Mereka membutuhkan makanan, sembako, air minum bersih, obat-obatan, terpal, tenda serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.


















Kesulitan mendapatkan air bersih juga menjadi salah satu persoalan utama yang kini dihadapi warga di lokasi pengungsian.

Tangisan anak-anak dan keresahan para ibu menggambarkan beratnya kondisi masyarakat yang harus bertahan di tengah keterbatasan setelah bencana. Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.

Masyarakat Dusun Lewar dan dua kampung lainnya berharap perhatian dari Pemerintah Kabupaten Manggarai, Pemerintah Provinsi NTT, hingga pemerintah pusat agar bantuan dapat segera dikirim dan menjangkau seluruh warga terdampak.

Warga juga berharap proses pendataan kerusakan rumah dan kebutuhan pengungsi dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga tidak ada masyarakat korban gempa yang terlewatkan dalam penanganan pascabencana. (****)


sumber : indometro.id


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan