Bandung,Raimas86 -
Nasib memilukan dialami seorang perempuan berinisial YTT (29), warga ber-KTP di Antapani, Kota Bandung yang sudah lama menetap di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Ia diduga menjadi korban penganiayaan oleh kekasihnya.
Lantas bagaimana ceritanya? Berikut rangkuman faktanya:Dianiaya di Cileunyi
Dugaan penganiayaan yang dilakukan pria berinisial TH tersebut sudah dilaporkan pihak keluarga ke Polda Jawa Barat pada Jumat, 12 Juni 2026. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan informasi tersebut.
Terbongkar Via WA
"Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan di bagian tangan," kata Hendra, Selasa (16/6/2026).
Keluarga Tak Tahu Keberadaan Korban
"Sebelumnya korban menghilang tidak ada kabar, dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih tiga tahun," ungkapnya.
Dianiaya dengan Benda Tumpul hingga Sajam
"Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang," terangnya.
Barang Pribadi Korban Hilang
"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka berat di antaranya tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, tidak bisa berjalan serta mengalami kerugian materiil sebesar kurang Rp 52.000.000," ucapnya.
Cerita Korban dengan Terduga Pelaku
Sang adik menceritakan bagaimana kakak perempuannya tersebut pertama mengenal terduga pelaku pada tahun 2023 silam. Kata dia, kakak perempuannya itu mengenal terduga pelaku saat acara konser musik.
"Awal mula ceritanya itu mau menjalin hubungan lah pertamanya, di Tritan Point, pas udah konser gitu. Sekitar tahun 2023 mah ada," ujar Syahrul.
Korban Tak Bisa Dihubungi Usai Menjalin Hubungan dengan Terduga Pelaku
"Iya, langsung semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Padahal sebelum pacaran, biasanya seminggu sekali itu pulang ke sini, soalnya Teteh kerja di Nabati Pasteur dan ngekost di daerah sana," katanya.
Menurutnya, selama menghilang tersebut, terkadang sang kakak memberi kabar lewat pesan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, korban mengatakan bahwa dirinya berada di Jakarta.
"Jadi selama tiga tahun kita enggak dapat kabar. Pernah sekali dapat kabar, katanya ada di Jakarta," jelasnya.
Keanehan Keluarga Usai Korban Menghilang
"Iya pas ada lah setahun lebih hilang, kami keluarga sempat memviralkan pencarian sang kakak di sosmed. Tapi tiba-tiba ada yang ngancam dan minta postingan itu dihapus. Kami curiganya itu mah si pelaku," ucapnya.
Setelah menanti kabar beberapa tahun, pihak keluarga mendapatkan informasi keberadaan YTT pada Rabu, 10 Juni 2026 lalu. Syahrul mengatakan keluarga menerima informasi bahwa YTT tengah berada di RSHS Bandung.
"Kami dapat info ada telepon bahwa kakak kami ada di RSHS katanya korban kecelakaan. Kami mendengar itu kaget lah, terus kami meluncur ke sana. Ternyata itu yang mengantar itu adalah pelaku dan penjaga kos yang di Cileunyi. Tapi pas saya nyampe ke sana kakak saya udah di IGD sendirian," bebernya.
Kondisi Pilu Korban
"Jadi kedua mata, yang mata sebelah kanannya udah infeksi, yang sebelah kirinya udah mengecil dan udah gak bisa ngelihat. Terus mulut bagian ini (bibir atas) udah enggak ada. Terus kaki sebelah sininya bekas bacokan katanya," ungkapnya.
Setelah itu, tim dokter langsung melakukan operasi pada bagian kepala. Sebab, pada bagian kepala terdapat banyak gumpalan nanah akibat benturan benda tumpul.
"Sebelah sini teh bagian kepala teh, kayak orang perempuan yang pakai bando gitu, terus banyak nanah lah di sini teh. Udah dibersihin, jadi sekarang juga muka udah agak eh agak bersih, udah dibersihin. Jadi udah kelihatan lah, udah kelihatan bagian wajah-wajah yang itunya," ucap Syahrul.
Berharap Kasus Diusut Tuntas
"Jadi cerita lewat Bapak saya. Katanya teteh saya pernah di bacok. Kepala suka dipukulin pakai helm, wajahnya juga gitu, jadi pernah pakai sajam juga tangan kosong, kaki bekas bacokan. Terus di kulitnya bekas rokok tapi udah kering. Di kepala juga ada bekas sayatan juga," kata Syahrul.
Syahrul mengungkapkan, pihak keluarga memutuskan untuk kembali memviralkan kasus tersebut di media sosial. Kemudian, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Jawa Barat.
"Terus katanya si pelaku juga katanya kerja di Adira yang di Tritan Point sebagai debt collector gitu lah. Kalau dari pihak keluarga pengennya usut tuntas, sampai dapat lah pelakunya, takutnya ada korban selanjutnya gitu. Hukum seberat-beratnya," pungkasnya.
Sumber : Detik.com




