Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

 


Aksi Seorang Petani Unggah Video Viral Paracetamol Suburkan Tanaman Cabai

Redaksi
Jumat, 19 Juni 2026
Last Updated 2026-06-19T04:56:29Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??



 Jakarta,Raimas86 -

Kementerian Pertanian (Kementan) menanggapi viral unggahan video di media sosial mengenai aksi seorang petani yang menggunakan obat untuk menyuburkan tanaman cabai. Disebutkan, penggunaan obat-obatan tersebut dikarenakan dampak pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Muhammad Agung Sunusi mengatakan pemakaian obat, seperti paracetamol dan vitamin B complex untuk menyuburkan tanaman cabai sama sekali tidak direkomendasikan untuk budi daya di Indonesia. Agung menyebut fenomena ini kemungkinan besar hanya didasari oleh pengalaman empiris pribadi atau informasi yang beredar di media sosial.

"Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang memadai yang menunjukkan bahwa paracetamol dapat meningkatkan produktivitas cabai secara konsisten, aman, dan ekonomis di tingkat lapangan. Oleh karena itu, praktik tersebut tidak dapat dijadikan acuan budi daya yang direkomendasikan," ujar Agung

Kementan mendorong penggunaan pupuk, pestisida, dan zat pengatur tumbuh yang telah terdaftar serta memiliki dasar ilmiah dan izin edar untuk sektor pertanian. Penggunaan obat-obatan yang diperuntukkan bagi manusia, seperti paracetamol maupun vitamin B kompleks, untuk tanaman belum memiliki rekomendasi resmi dalam praktik budidaya cabai di Indonesia.

Terkait penyebab aksi tersebut karena pelemahan rupiah, Agung tidak menampik fluktuasi nilai tukar memang mempengaruhi harga sebagian bahan baku industri pupuk dan pestisida. Namun, ia memastikan pemerintah terus berupaya menjaga pasokan serta keterjangkauan sarana produksi pertanian.

"Fluktuasi nilai tukar memang dapat mempengaruhi harga sebagian bahan baku industri pupuk dan pestisida, tetapi pemerintah terus berupaya menjaga pasokan melalui koordinasi dengan produsen, distributor, dan pemerintah daerah agar kebutuhan petani tetap terpenuhi," beber ia.

Ia merinci sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan sarana produksi pertanian. Pertama, memastikan distribusi pupuk bersubsidi dan pupuk komersial berjalan sesuai kebutuhan petani.

Terkait penyebab aksi tersebut karena pelemahan rupiah, Agung tidak menampik fluktuasi nilai tukar memang mempengaruhi harga sebagian bahan baku industri pupuk dan pestisida. Namun, ia memastikan pemerintah terus berupaya menjaga pasokan serta keterjangkauan sarana produksi pertanian.

"Fluktuasi nilai tukar memang dapat mempengaruhi harga sebagian bahan baku industri pupuk dan pestisida, tetapi pemerintah terus berupaya menjaga pasokan melalui koordinasi dengan produsen, distributor, dan pemerintah daerah agar kebutuhan petani tetap terpenuhi," beber ia.

Ia merinci sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan sarana produksi pertanian. Pertama, memastikan distribusi pupuk bersubsidi dan pupuk komersial berjalan sesuai kebutuhan petani.

Sumber : Detik.com
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan