Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

 


Memuat berita terbaru...

Dugaan Perusakan Lahan Koperasi Perkasa Nalo Tantan! Alat Berat dan Mesin Dompeng Beroperasi, PETI Tanpa Izin Diduga Merajalela

Redaksi
Senin, 28 September 2026
Last Updated 2026-09-28T06:39:15Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??


Merangin, Raimas86.net-

Kabar mengkhawatirkan datang dari Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan! Lahan perkebunan kelapa sawit milik petani yang tergabung dalam Koperasi Perkasa Nalo Tantan diduga dirusak sejumlah pihak. Alat berat dan mesin dompeng terlihat sibuk beroperasi di lokasi, bahkan di tepian Sungai Nalo Tantan!


Pengaduan Petani Direspons Langsung Wakil Ketua II DPRD Merangin

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merangin, Bripka Ahmad Fahmi, segera turun ke lapangan setelah menerima laporan dari para petani.

"Kami mendapatkan pengaduan dari para petani sawit Koperasi Perkasa Nalo Tantan. Mereka melaporkan adanya aktivitas yang diduga merusak kebun milik koperasi," ujar Ahmad Fahmi di lokasi peninjauan, Minggu  (27/9/2026).

 

Fakta di Lapangan: Alat Berat, Dompeng dan Genangan Air Keruh!

Peninjauan di lokasi memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan :

-  Alat berat terlihat sedang bekerja di area perkebunan

- Mesin dompeng, pipa-pipa, dan gundukan tanah hasil galian berserakan

- Genangan air keruh menggenang di sekitar lokasi

- Suara mesin terdengar nyata aktivitas berjalan terus!

Yang lebih memprihatinkan : sebelumnya sudah ada peringatan agar aktivitas ini dihentikan, namun ternyata diabaikan begitu saja! 

 

Dugaan PETI Tanpa Izin Mencuat!

Ahmad Fahmi menyoroti kuat dugaan adanya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di lokasi tersebut. Disebutkan bahwa salah satu pihak yang terlibat adalah seseorang bernama Tekun, yang diketahui memiliki sejumlah alat kerja dan satu unit alat berat di lokasi.

Tidak jauh dari sana, terlihat juga rakit peti milik Madi, warga Dusun Mudo, yang turut membabat lahan di seputar bantaran Sungai Nalo Tantan. Sungai yang seharusnya terjaga, kini terancam kerusakan!


Warga Resmi Lapor ke Polres Merangin! LCKI Turut Mendampingi!

Tidak tinggal diam, Ahmad Fahmi langsung mendampingi warga yang merasa dirugikan untuk melaporkan kejadian ini ke Polres Merangin sekitar pukul 17.00 WIB. Laporan tersebut resmi diterima pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Turut hadir mendampingi warga, Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Merangin, H. Ampera :

"Iya, saya ikut melihat apa yang terjadi di lokasi dan mendampingi ibu ini yang merasa tanah dan kebunnya jadi korban akibat aktivitas PETI ini," ungkap H. Ampera tegas.

Warga berharap pihak berwenang segera menindak tegas pelaku perusakan lahan dan PETI tanpa izin ini. Lahan produktif milik petani bukan untuk dijadikan lokasi tambang ilegal yang merugikan banyak pihak dan merusak lingkungan!

"Kepastian hukum harus ditegakkan. Lahan rakyat harus dilindungi, bukan dirusak!"

 

(Rudianto)

Komentar

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan