Jepara , Raimas86.net
Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan kini tengah menjadi sorotan
tajam di wilayah Desa Bugel, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Tepatnya di
Jalan Tukewsi No. RT 08 RW 03, yang merupakan akses utama menuju fasilitas
pendidikan SDN Bugel 2, jalanan terlihat hancur dan berlubang, menimbulkan
berbagai keluhan dari warga sekitar maupun wali murid.
Berdasarkan pantauan
langsung di lokasi, kondisi aspal di jalan tersebut sudah mengelupas parah,
menyisakan kerikil dan lubang-lubang dalam yang membahayakan pengendara,
terutama kendaraan roda dua. Gambar-gambar
yang beredar menunjukkan kontras yang jelas antara bangunan sekolah dasar yang
tampak terawat dengan kondisi jalan di depannya yang jauh dari layak.
Warga setempat menuturkan bahwa kondisi jalan yang buruk ini sudah
berlangsung cukup lama namun belum juga mendapatkan perhatian serius dari pihak
berwenang. "Setiap hari kami harus ekstra hati-hati. Apalagi kalau musim
hujan, lubang-lubang ini tertutup air dan sering membuat pengendara sepeda
motor terjatuh, terutama ibu-ibu yang mengantar anak sekolah," ujar salah
satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi jalan yang "babak belur" ini tidak hanya berdampak pada
ketidaknyamanan, tetapi juga memiliki efek domino yang lebih luas, terutama
bagi para wali murid. Mereka mengeluhkan biaya perawatan kendaraan yang kian
meningkat akibat kerusakan suku cadang yang lebih cepat dari seharusnya.
"Setiap bulan saya harus menyisihkan uang tambahan perawatan kendaraan
baik untuk ban atau perbaikan suspensi sepeda motor. Kondisi jalan di depan
sekolah ini memang 'merusak' kendaraan," keluh seorang wali murid yang
sedang menjemput anaknya. Jika pemerintah tidak segera bertindak, kondisi jalan
yang makin parah ini akan membahayakan keselamatan para pengguna jalan,
terutama wali murid yang mengantar anak sekolah," tambahnya dengan nada
kecewa.
Wali murid lain menambahkan bahwa kondisi ini secara tidak langsung
mempengaruhi para siswa. "SDN Bugel 2 ini adalah kawah candra dimuka bagi
generasi muda di desa kami. Mereka harusnya bisa fokus belajar dan
mengembangkan diri, bukan malah terancam bahaya di jalan setiap harinya.
Fasilitas pendidikannya sudah ada, tapi aksesnya menyedihkan," tegasnya.
Menyoroti hal tersebut, para wali murid dan warga mendesak agar Pemerintah
Kabupaten Jepara dan dinas terkait segera turun tangan. Mereka menekankan bahwa
perbaikan infrastruktur jalan menuju fasilitas pendidikan bukanlah sekadar
masalah kenyamanan, melainkan masalah investasi masa depan bagi generasi muda
bangsa. "Kami berharap pihak terkait tidak menutup mata. Perbaiki jalan
ini segera, demi kenyamanan dan keselamatan anak-anak kami, dan demi menjaga
stabilitas ekonomi rumah tangga warga," tandas mereka.
Meskipun sekolah itu sendiri terlihat bersih dan terpelihara, masalah
infrastruktur di sekitarnya masih menjadi persoalan yang belum terpecahkan.
Harapan kini berada pada tindak lanjut yang cepat dari pihak berwenang agar
perjalan menuju "kawah candra dimuka" bagi siswa SDN Bugel 2 ini tidak
lagi menjadi sebuah hambatan.



