![]() |
| Kebun Tebu Siap Panen Terbakar, Puluhan Hektare Lahan PG Bungamayang Dilalap Api Lampung Utara , Raimas86.net |
Api
dengan cepat membakar area perkebunan yang diperkirakan mencapai kurang lebih
20 hektare.
Hamparan tanaman tebu di kawasan Rayon 2 Sidodadi, PG
Bungamayang, Lampung Utara, dilanda kebakaran pada Senin, 17 Agustus 2026,
sekitar pukul 16.15 WIB.
Peristiwa tersebut diketahui saat kobaran api terlihat di
tengah areal tanaman tebu. Kejadian itu bahkan sempat diabadikan oleh awak
media ketika melintas di sekitar lokasi.
Besarnya kobaran api membuat kepulan asap membumbung ke
udara. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi masyarakat yang
berada tidak jauh dari kawasan perkebunan.
Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab
munculnya api. Tidak ada keterangan yang dapat memastikan sumber awal kebakaran
maupun bagaimana api kemudian menjalar hingga menghanguskan area tanaman tebu
dalam jumlah cukup luas.
Awak media yang berada di sekitar lokasi juga meminta
keterangan dari salah seorang warga yang mengaku berasal dari wilayah setempat.
Menurutnya, masyarakat belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran
tersebut.
Keterangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa asal mula
api masih menjadi tanda tanya dan perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut oleh
pihak yang berwenang.
Untuk mengendalikan kobaran api, sejumlah armada pemadam
dari lingkungan PG Bungamayang dikerahkan menuju lokasi. Petugas berupaya
mencegah api menjalar lebih jauh ke bagian perkebunan lainnya.
Namun, berdasarkan pantauan awak media, beberapa armada
pemadam mengalami kendala saat digunakan. Kondisi tersebut membuat proses
penanganan api tidak berlangsung secara optimal seperti yang diharapkan.
Situasi di lapangan menjadi cukup menantang karena tanaman
tebu yang terbakar disebut telah memasuki kondisi siap panen.
Selain memiliki nilai ekonomi, hamparan tanaman yang luas
juga dapat membuat api lebih mudah menyebar apabila didukung kondisi cuaca dan
arah angin.
Belum ada angka resmi mengenai total kerugian akibat
kebakaran tersebut. Namun, dengan luas lahan yang diperkirakan mencapai sekitar
20 hektare dan tanaman berada dalam kondisi siap panen, dampak ekonominya patut
menjadi perhatian.
Di sisi lain, persoalan yang muncul bukan hanya terkait
kerugian perkebunan. Asap hasil pembakaran turut menjadi persoalan bagi
masyarakat sekitar karena dapat mengurangi kenyamanan dan berpotensi mengganggu
kualitas udara.
Kebakaran lahan seperti ini juga menjadi pengingat bahwa
kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu ditingkatkan. Terlebih, kebakaran
vegetasi dapat meluas dalam waktu relatif cepat apabila tidak segera ditangani.
Karena penyebabnya belum diketahui, semua pihak diharapkan
tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Penelusuran di lokasi dan keterangan
resmi dari pihak terkait diperlukan untuk mengungkap sumber api secara
objektif.
Awak media masih berupaya memperoleh informasi resmi dari
pihak PG Bungamayang maupun instansi terkait mengenai penyebab kebakaran, luas
lahan yang benar-benar terdampak, nilai kerugian, serta kondisi armada pemadam
yang dikerahkan saat proses penanganan.
Peristiwa ini menjadi sorotan bukan semata karena luas lahan
yang terbakar, tetapi juga karena menyangkut potensi kerugian perkebunan dan
dampak asap terhadap lingkungan sekitar.





