FLORES, NTT, Raimas86.net
Aktivitas kegempaan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjadi perhatian setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.768 gempa bumi susulan hingga Rabu (19/8/2026) pukul 06.00 WITA. Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sementara yang terkecil tercatat magnitudo 1,1.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyasmata, mengatakan aktivitas gempa susulan masih menunjukkan kondisi yang fluktuatif. BMKG juga belum melihat pola penurunan aktivitas yang benar-benar jelas.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 24 kejadian memiliki magnitudo di atas 5, sedangkan 81 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat. BMKG memperkirakan aktivitas gempa membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan di Flores dan wilayah sekitarnya. Masyarakat yang berada di daerah terdampak juga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Bantuan Logistik Terus Dikirim
Di tengah proses penanganan bencana, pemerintah juga terus mempercepat pengiriman bantuan kepada masyarakat terdampak.
Hingga hari kelima penanganan, pemerintah telah mengirimkan sekitar 253 ton bantuan logistik ke NTT. Pada Rabu pagi, lima pesawat kembali diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dengan membawa sekitar 65 ton logistik.
Bantuan tersebut antara lain berupa makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.
Dua posko utama disiapkan untuk mempercepat distribusi bantuan, yakni di Labuan Bajo dan Maumere. Distribusi selanjutnya dilakukan melalui jalur udara, laut dan darat menuju wilayah-wilayah yang terdampak.
Pemerintah bersama BMKG, BNPB, TNI, Polri dan berbagai unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap dampak gempa.
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
sumber : red



