Pangkalpinang, Raimas86.net
Pembangunan Proyek Tanggul dan Normalisasi alur sungai rangkui kota Pangkalpinang tahun anggaran 2026 sudah mulai di kerjakan. Pantauan Media di lokasi Proyek tersebut para pekerja sedang giat bekerja jum'at (17/7/2026).
Pembangunan yang telah lama dinanti masyarakat tersebut akhirnya terwujud pada tahun 2026 ini.
Pelaksana Proyek di kerjakan PT. VANESA CITRA NUSANTRA yang tertera dalam dokumen kontrak 8 juni 2026.Nomor kontrak: HK.02.03/03/KONST/BWS.46.61/2026. Konsultan Supervisi PT.PILR NAWA SETIA kso dan CV. BORTA LESTARI CONSULTAN.
Proyek tersebut menelan dana Anggaran Rp.4,08 Miliar, Sumber dana APBN tahun 2026. Masa kerja 207 hari kalender dan masa waktu pemeliharaan 365 hari kalender. Sebelumnya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung, telah Mensesiolisasikan pembangunan Proyek Tanggul dan Normalisasi alur sungai tersebut yang di gelar dikantor Camat Taman Sari, selasa (7/7/2026), yang dihadiri para masyarakat serta pemangku kepentingan.
Kepala Satuan Kerja SNVT non Vertikal Bangka - Belitung, Agus Saputra,ST,MT menyampaikan, awalnya Proyek ini di anggarkan dana sejumlah Rp.12 Miliar, namun hanya yang dapat di pertahankan menjadi 5 miliar dan nilai kontraknya kurang lebih Rp.4 Miliar, "pada juni anggaran berhasil di pertahankan Rp.5 Miliar, nilai kontrak kurang lebih 4 Miliar"ujar Agus.
Agus berharap, anggaran tersebut dapat di manfaatkan semaksimal mungkin guna penanggulanan banjir di kawasan aliran sungai rangkui dan sekitsrnya. BWS menargetkan seluruh tanggul di kawasan pintu air hingga hilir sungai rangkui dapat di tingkatkan secara menyeluruh dan alur sungai dapat di Normalisasikan, namun pelaksanaan saat ini masih tahap penyesuaian karena keterbatasan anggaran.
Disisi lain, Direksi lapangan yang bertindak sebagai perwakilan Kementrian Pekerjaan Umum, Gani memaparkan, Proyek tahun ini difokuskan tiga titik kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir termasuk kawasan pintu air kecamatan Taman sari,pasar burung dan kamung Opas."Dengan ini kami menyampaikan kepada masyarakat mengenai pekerjaan yang di laksanakan di tiga titik lokasi termasuk kawasan pintu air kecamatan taman sari, pasar burung dan kampung Opas" ungkap Gani.
Lanjutnya, pembangunan Tanggul dan Normalisasi sungai rangkui ini, tidak akan serta merta membuat kota Pangkalpinang bebas dari banjir, namun proyek ini di harapkan mampu mengurangi potensi dampak banjir dan masyarakat dapat melindungi walau pelaksanaan Proyek ini belum mencakup keseluluruhan rencana yang di harapkan karena masih secara bertahap.
Gani menambahkan, Proyek penanganan sungai rangkui ini hasil koordinasi antara BWS Bangka - Belitung dan Pemerintah kota Pangkalpinang.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum kota Pangkalpinang mengusulkan penanganan sungai kepada Kementrian Pekerjaan Umum, hal ini karena kerterbatasan anggaran daerah.
Pemerintah berharap kondisi tanggul di sepanjang sungai rangkui semakin kuat, aliran air menjadi meningkat serta resiko banjir di sejumlah wilayah dapat berkurang secara bertahap. (Agus/Dedi).



