Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

 


“Menanam Harapan di Tanah Sidoarjo dengan Momentum Titik Balik Kelestarian Alam Kita”

Hamdi Sarimaryoni
Selasa, 28 Juli 2026
Last Updated 2026-07-28T09:22:58Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??


 Di tengah laju modernisasi yang kian masif dan dampaknya terhadap krisis iklim global, seruan untuk merawat bumi tidak lagi sekadar menjadi slogan moral, melainkan sebuah kebutuhan eksistensial. Pembangunan infrastruktur dan ekspansi kawasan industri sering kali mengorbankan ruang-ruang hijau yang menjadi paru-paru kehidupan. Dalam situasi yang serba mengkhawatirkan ini, setiap tindakan nyata untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem menjadi begitu berharga.

Gambar 1. Dekan Fakultas Pertanian Ketua Yayasan UWKS dan Para Wakil Rektor

Perjalanan ini merupakan langkah konkret yang dilakukan oleh Dr. Markus Patiung Sebagai Dekan Fakultas Pertanian dan sebagai ketua panitian Dies Natalis UWKS yang ke-45. Hal ini menyiratkan sarat makna bahwa perwujudtan yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kepada negeri. Dalam rangka memperingati Dies Natalis UWKS yang ke-45, civitas akademika tidak hanya merayakannya dengan seremoni atau kemeriahan fisik semata, melainkan memilih untuk kembali ke akar: menyatu dengan tanah dan merawat kehidupan melalui aksi penanaman pohon di Kebun Percobaan Sidoarjo.

Aksi ini menawarkan potret humanis yang mendalam. Di atas tanah lahan percobaan, terlihat bagaimana batas-batas hierarki akademik mencair. Para pimpinan universitas, dosen senior bersahaja dengan jas almamater dan batik khasnya, turun langsung berlutut di tanah bersama para mahasiswa. Tangan-tangan yang biasanya memegang pena, mengetik jurnal, atau menyampaikan kuliah di ruang-ruang kelas ber-AC, kini memegang sekop dan menyentuh tanah basah secara langsung. Bibit-bibit pohon pilihan—seperti tanaman buah mangga—ditanam penuh kehati-hatian di dalam wadah pot beton yang telah disiapkan.

Pemandangan ini menegaskan bahwa kerja pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kolektif lintas generasi. Civitas akademika UWKS tidak hanya mengajarkan teori konservasi dari balik mimbar akademik, tetapi mencontohkannya melalui tindakan nyata (leading by example).

Dipilihnya Kebun Percobaan Sidoarjo sebagai lokasi penanaman memiliki nilai strategis sekaligus simbolis yang kuat. Sidoarjo, sebagai salah satu kawasan yang berkembang pesat di Jawa Timur, menghadapi tantangan penyempitan lahan hijau akibat pemukiman dan industri. Di tengah kepungan dinding beton dan dinamika perkotaan, lahan percobaan ini bertransformasi dari sekadar sarana riset teknis menjadi sebuah oase ekologis. Setiap bibit yang ditanam di tempat ini adalah investasi jangka panjang: calon penghasil oksigen, penyerap karbon, pemelihara kesuburan tanah, dan penjaga ketersediaan air tanah di masa depan.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini mencerminkan pengejawantahan sejati dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendidikan dan penelitian pertanian tidak boleh berhenti pada lembaran kertas karya ilmiah, tetapi harus berdampak langsung pada pemulihan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Namun, nilai terbesar dari aksi ini terletak pada pesan moral yang dibawanya. Penanaman pohon ini diharapkan tidak menjadi sekadar agenda tahunan yang selesai saat bibit tertanam dan kamera dimatikan. Aksi ini harus menjadi percikan api yang menyalakan kesadaran lingkungan yang lebih luas. Semoga momentum Dies Natalis ke-45 UWKS ini menjadi titik balik yang sesungguhnya bagi kelestarian alam kita.

Titik balik berarti terjadinya pergeseran paradigma (paradigm shift) dalam mengelola lingkungan:

1.     Perubahan Etika Lingkungan dengan mengubah cara pandang manusia dari yang semula menganggap alam sebagai objek eksploitasi, menjadi mitra kehidupan yang harus dijaga dan dihormati.

2.     Keberlanjutan Perawatan, dengan harapan keberhasilan untuk penanaman tidak diukur dari berapa banyak bibit yang ditancapkan ke tanah, melainkan berapa banyak pohon yang tumbuh subur hingga bertahun-tahun mendatang melalui perawatan yang konsisten.

3.     Inspirasi Gerakan Kolektif  dilakukan untuk mendorong komunitas lain, baik institusi pendidikan, swasta, maupun masyarakat umum, untuk mengambil peran serupa di lingkungannya masing-masing.

Menanam sebuah pohon adalah salah satu bentuk tindakan paling optimistis yang bisa dilakukan manusia. Saat kita menanam pohon, kita sedang menanam harapan untuk masa depan yang mungkin tidak sepenuhnya kita nikmati sendiri, melainkan untuk dirasakan oleh generasi mendatang.

Langkah yang diambil oleh Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya di Sidoarjo adalah pengingat jujur bagi kita semua: bahwa bumi tidak butuh retorika, bumi butuh aksi nyata. Selamat Dies Natalis ke-45 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Dari tanah Sidoarjo, mari kita kawal momentum ini agar harapan akan alam yang lestari, hijau, dan damai dapat terus mengakar dan bertumbuh melintasi zaman.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan