Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

 


Tim Peneliti ISBI Bandung Audensi Dengan Wakil Bupati OKI

Jurnalis wong alus
Sabtu, 20 Juni 2026
Last Updated 2026-06-21T15:11:08Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??


 


Kayuagung,Raimas86.Net – 

Tim Peneliti dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2026 melakukan audiensi di Rumah Dinas Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Bapak Supriyanto, S.H. dalam rangka memperkuat kolaborasi pentahelix dan membangun sinergi lintas ilmu serta lintas perguruan tinggi. Tim ISBI Bandung dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Sri Rustiyanti, seorang Dosen dan Peneliti yang mendapatkan Hibah Kemdiktisaintek Skema Fundamental Tahun Kedua 2026. Beliau didampingi oleh Dr. Wanda Listiani, M. Ds. (ISBI Bandung), M.Ds, Anrilia E.M Ningdyah, S.Psi., M. Ed., Ph.D., Psikolog (Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya), dan Dr. Anita Restu Puji Raharjeng, M. Si., M.BioMed.Sc. (UIN Raden Patah Palembang). Audiensi ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan akan segera dibuka Program Studi Pencak Silat Fakultas Seni Pertunjukan di ISBI Bandung.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati OKI, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Iskandar Fuad (Sekretaris Umum KONI OKI), Agus Masnanto, S.P.,M.P. (Ketua Umum IPSI OKI), Asep Mulyono (Sekretaris Umum IPSI OKI), Effran Kurniawan (Ketua Pembinaan Prestasi sekaligus pelatih nasional IPSI OKI), Efri Setiawan (Atlet IPSI OKI), ⁠M. Redho Romli Argo, S.Pd. (Pelatih provinsi dari IPSI OKI). Turut hadir pula mitra akademik dari Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, yang selama ini terlibat dalam pengembangan penelitian berbasis sumber daya hayati lokal dari daun duku.

Ketua Tim Peneliti ISBI Bandung, Prof. Dr. Sri Rustiyanti, menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek gerak dan teknik pencak silat, tetapi juga pada nilai-nilai budaya, filosofi, pendidikan karakter, serta ketangguhan mental atlet yang berkembang dalam tradisi pencak silat di masyarakat. Menurutnya, pencak silat merupakan warisan budaya yang perlu terus didokumentasikan, dikaji, dan dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ISBI Bandung selama beberapa tahun terakhir juga menempatkan pencak silat sebagai objek kajian penting dalam pelestarian budaya dan pengembangan pendidikan tinggi seni.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati OKI menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim peneliti ISBI Bandung yang telah memilih Kabupaten OKI sebagai salah satu lokasi penelitian. Bapak Supriyanto  berharap hasil penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pencak silat daerah, baik sebagai warisan budaya maupun sebagai cabang olahraga yang mampu mencetak atlet berprestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai masukan dari pengurus IPSI, KONI, pelatih, dan atlet. Berbagai persoalan yang dihadapi dalam pembinaan pencak silat turut dibahas, mulai dari regenerasi atlet, penguatan organisasi, pelestarian jurus-jurus tradisional, hingga dukungan terhadap pembinaan prestasi. Para atlet juga berkesempatan menyampaikan pengalaman mereka dalam mengikuti berbagai kejuaraan serta harapan terhadap peningkatan fasilitas dan pembinaan yang berkelanjutan. Wawancara ini dipimpin langsung oleh psikolog Anrilia E.M Ningdyah, S.Psi., M. Ed., Ph.D.

Wakil Bupati OKI menekankan bahwa baik pencak silat maupun inovasi skincare daun duku memiliki kesamaan, yaitu sama-sama berangkat dari kekayaan lokal yang perlu dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, konsep Pentahelix menjadi benang merah dalam seluruh diskusi. Akademisi berperan dalam penelitian dan inovasi, pemerintah mendukung melalui kebijakan dan fasilitasi, komunitas menjadi pelaku dan penjaga tradisi, dunia usaha berperan dalam hilirisasi produk dan pengembangan ekonomi, sementara media berfungsi memperluas publikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Dr. Wanda menjelaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini menuntut hadirnya kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi seni dan budaya tidak hanya berperan dalam pengembangan seni dan tradisi, tetapi juga dapat berkolaborasi dengan bidang ilmu lain untuk menciptakan produk inovatif berbasis kearifan lokal, seperti skincare daun duku. Salah satu bentuk kolaborasi yang menjadi fokus pembahasan dalam audiensi tersebut adalah pengembangan produk skincare berbahan dasar daun duku, tanaman khas yang banyak tumbuh di wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini merupakan hasil sinergi antara ISBI Bandung dan Fakultas Biologi UIN Raden Fatah Palembang yang memadukan pendekatan biokultur, pengetahuan lokal masyarakat, serta kajian ilmiah di bidang biologi dan kesehatan.

Menurut Dr. Anita daun duku yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi kandungan bioaktif yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku produk perawatan kulit. Melalui penelitian lintas disiplin, potensi tersebut dikaji secara ilmiah sekaligus dikaitkan dengan pengetahuan tradisional masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman lokal. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan produk inovatif, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal, imbuh Dr. Wanda.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati OKI menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi yang melibatkan berbagai institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah. Menurutnya, model kerja sama seperti ini merupakan implementasi nyata konsep Pentahelix, di mana akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media bekerja bersama dalam menciptakan inovasi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Potensi lokal yang dimiliki Kabupaten OKI harus mampu diolah menjadi produk unggulan yang memiliki nilai tambah. Kolaborasi antara ISBI Bandung dan UIN Raden Fatah menunjukkan bahwa riset tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah”, ujarnya.

Diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan jejaring penelitian lintas perguruan tinggi sebagai bagian dari implementasi program Kampus Berdampak. Kolaborasi antara bidang seni budaya dan biologi dinilai menjadi contoh praktik baik dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek budaya, identitas lokal, dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui audiensi ini, para pihak sepakat untuk terus memperkuat kerja sama riset, pengabdian kepada masyarakat, serta hilirisasi hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kegiatan audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun ekosistem kolaborasi pentahelix yang berkelanjutan, sehingga hasil-hasil penelitian dari perguruan tinggi dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kearifan lokal. (Krt)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan