Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

 


Kasus Pengeroyokan Jaka Jannes Malau,Pihak Keluarga Tuntut Polres Pematang Siantar Usut Tuntas

Redaksi
Jumat, 19 Juni 2026
Last Updated 2026-06-19T03:48:50Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??



Pematang Siantar,Raimas86 -

Kasus pengeroyokan yang menewaskan Jaka Jannes Malau (24) di kawasan Taman Bunga, Kota Pematangsiantar, terus menjadi sorotan publik. 

Setelah hampir tiga pekan sejak peristiwa tragis tersebut terjadi, pihak keluarga korban kembali menyuarakan tuntutan keras kepada Polres Pematangsiantar agar mengusut tuntas kasus yang telah merenggut nyawa anggota keluarga mereka. 

Desakan itu disampaikan melalui akun Facebook milik Tiina Malau yang videonya kini viral di berbagai platform media sosial.

Dalam pernyataannya, keluarga menyampaikan tiga tuntutan utama kepada aparat kepolisian. Tuntutan pertama adalah meminta Polres Pematangsiantar segera menetapkan empat orang yang diduga terlibat namun belum diamankan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Menurut pihak keluarga, identitas para terduga pelaku sebenarnya dapat dikenali karena wajah mereka terlihat jelas dalam video yang beredar maupun rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Tuntutan kedua yang disampaikan keluarga adalah meminta Kapolres Pematangsiantar mempublikasikan rekaman CCTV yang memperlihatkan para terduga pelaku. 

Keluarga menilai langkah tersebut penting untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus menghindari munculnya berbagai spekulasi yang berkembang di tengah publik. 

Mereka berharap keterbukaan informasi dapat membantu percepatan pengungkapan kasus.

Dalam pernyataannya, keluarga menyampaikan tiga tuntutan utama kepada aparat kepolisian. Tuntutan pertama adalah meminta Polres Pematangsiantar segera menetapkan empat orang yang diduga terlibat namun belum diamankan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Menurut pihak keluarga, identitas para terduga pelaku sebenarnya dapat dikenali karena wajah mereka terlihat jelas dalam video yang beredar maupun rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.


Tuntutan kedua yang disampaikan keluarga adalah meminta Kapolres Pematangsiantar mempublikasikan rekaman CCTV yang memperlihatkan para terduga pelaku. 

Keluarga menilai langkah tersebut penting untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus menghindari munculnya berbagai spekulasi yang berkembang di tengah publik. 

Mereka berharap keterbukaan informasi dapat membantu percepatan pengungkapan kasus.

Selain itu, keluarga juga mempertanyakan pernyataan Kapolres Pematangsiantar dalam konferensi pers sebelumnya yang menyebut motif kejadian diduga dipicu cekcok terkait persoalan harga tato. 

Keluarga membantah keras narasi tersebut dan menegaskan bahwa Jaka Jannes Malau merupakan korban salah sasaran. Mereka meminta adanya klarifikasi resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap korban.

“Kami mengharapkan Kapolres Pematangsiantar melakukan klarifikasi. Ini adalah korban salah sasaran. Daripada publik nantinya berasumsi liar, tolong agar CCTV kejadian dipublikasikan,” ujar Tiina Malau dalam unggahan video yang mendapat perhatian luas dari warganet.

 Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin yang paling banyak dibahas dalam perkembangan kasus ini.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa mereka telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari pihak kepolisian yang mencantumkan sejumlah nama yang diduga terkait dalam perkara tersebut.

Namun, keluarga mengaku masih berhati-hati untuk mempublikasikan nama-nama itu karena khawatir terjadi kesalahan penulisan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum, termasuk tuduhan pencemaran nama baik. 

Mereka menilai pihak kepolisian memiliki kewenangan penuh untuk merilis data tersebut secara resmi.


Di akhir pernyataannya, Tiina Malau meminta perhatian serius dari Kapolres Pematangsiantar terhadap penanganan kasus tersebut. 

Ia bahkan menyebut bahwa apabila pengungkapan kasus mengalami hambatan di tingkat Polres, maka keluarga berharap penanganan dapat mendapat perhatian lebih lanjut dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara. 

Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya harapan keluarga agar seluruh pelaku dapat segera diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.


Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya (DPD IPK) Kota Pematangsiantar juga menyampaikan sikap resmi terkait kasus tersebut.

 Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Sekretariat DPD IPK Pematangsiantar pada Sabtu (12/6/2026), Sekretaris Jenderal DPD IPK Pematangsiantar, Agustinus Sitanggang, menegaskan bahwa organisasi tidak pernah memberikan perintah maupun arahan terkait aksi kekerasan tersebut. 

DPD IPK menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya Jaka Jannes Malau dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. 

Organisasi itu juga menegaskan bahwa anggota yang diduga terlibat telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sembari berharap kasus ini dapat terungkap secara transparan dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh pihak.

Sumber : Chansmedia.net


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan