Purwakarta, Raimas86.net-
Kecelakaan beruntun yang melibatkan 15 kendaraan di ruas Tol Cipularang arah Jakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi perhatian setelah insiden terjadi pada Rabu (7/10/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar KM 91+800 hingga KM 91+900 B arah Jakarta sekitar pukul 13.40 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian dan pengelola jalan tol, kecelakaan diduga bermula ketika sebuah truk mengalami masalah pengereman saat arus lalu lintas mengalami perlambatan.
15 Kendaraan Terlibat Kecelakaan
Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan berbagai jenis kendaraan, mulai dari truk, kendaraan pikap, kendaraan angkutan hingga mobil pribadi.
Berdasarkan laporan PJR, kendaraan yang terlibat antara lain satu truk traktor head, dua pikap, satu truk ringan, dua Toyota Hiace, Honda Brio, Mitsubishi Colt Diesel Box, Chevrolet, Toyota Innova, Suzuki APV, Mitsubishi pikap, Toyota Calya, Toyota Rush dan Chery.
Kecelakaan sempat menyebabkan lajur arah Jakarta tertutup sementara dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Satu Orang Mengalami Luka Berat
Tidak terdapat korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Namun, satu orang dilaporkan mengalami luka berat dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta.
Sementara korban yang mengalami luka ringan mendapat penanganan di lokasi kejadian.
Jasa Marga Siapkan Jalur Penyelamat
Pasca kecelakaan tersebut, Jasa Marga mengingatkan pengguna jalan mengenai keberadaan sejumlah jalur penyelamat darurat di ruas Tol Cipularang.
Senior Manajer Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Agus Susilo, mengatakan jalur penyelamat disediakan pada sejumlah ruas yang memiliki kondisi jalan menurun dan berpotensi menghadirkan risiko bagi kendaraan besar yang mengalami gangguan pengereman.
Jalur penyelamat tersebut berada di KM 116+800, KM 92+600 dan KM 91+400 arah Jakarta.
Pengguna Tol Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Jasa Marga mengimbau pengguna Tol Cipularang menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, mengantisipasi perubahan arus lalu lintas serta memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan.
Pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas apabila terdapat penanganan kecelakaan atau kondisi darurat di sepanjang ruas tol.
Kecelakaan di KM 91+900 B tersebut menjadi pengingat bagi pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi ruas jalan dengan kondisi menurun.
(Redaksi)




